• TIDAK MEROKOK DI PENGUNGSIAN

MENGAPA DILARANG MEROKOK?
Pengungsian merupakan tempat berkumpulnya masyarakat yang sedang mengalami musibah, suasananya biasanya padat, udaranya lembab dan panas. Di pengungsian juga berkumpul anakanak, ibu hamil, ibu menyusui, dan para lansia dalam kondisi lemah sehingga sangat rentan menderita penyakit
terutama batuk, pilek, apalagi jika terpapar asap rokok.
Rokok ibarat pabrik bahan kimia. Dalam satu batang rokok yang dihisap akan dikeluarkan sekitar 4000 bahan kimia berbahaya, diantaranya yang paling berbahaya adalah Nikotin,Tar dan Carbon Monoksida (CO).
Nikotin menyebabkan ketagihan dan merusak jantung dan pembuluh darah. Tar menyebabkan kerusakan sel paruparu dan kanker. CO menyebabkan berkurangnya kemampuan darah
membawa oksigen, sehingga sel-sel tubuh akan mati.
Selain berbahaya untuk kesehatan, merokok di pengungsian dapat menyebabkan kebakaran, karena banyak barang di pengungsian yang mudah terbaka. Misalnya: tenda, tikar, rumput kering pada musim kemarau, pakaian dan lain-lain.

SIAPA YANG DIUTAMAKAN UNTUK DILINDUNGI DARI ASAP ROKOK?
•  Bayi, balita, ibu hamil,ibu menyusui, lanjut usia mempunyai hak untuk menghirup udara segar dan bebas dari asap rokok
•  Setiap anggota keluarga, dan petugas dilarang merokok di sekitar pengungsian apalagi jika ada bayi, balita, ibu hamil, ibu menyusui dan lansia.

Baik perokok aktif maupun perokok pasif memiliki risiko bahaya yang sama yaitu:
• Menyebabkan kanker rahim dan keguguran
• Menyebabkan kemandulan dan impotensi
•  Menyebabkan kanker kulit
•  Tulang lebih mudah patah

Menyebabkan stroke dan serangan jantung
•Merusak gigi dan menyebabkan bau mulut yang tidak sedap
•Menyebabkan paru-paru kronis
•Kehilangan pendengaran lebih awal dibanding bukan perokok
•Gangguan pada mata, seperti katarak.
•Kerontokan rambut

APA PERAN PETUGAS DAN KADER UNTUK MENCIPTAKAN PENGUNGSIAN TANPA ASAP ROKOK?
•Menggalang kesepakatan untuk menciptakan pengungsian tanpa asap rokok
•Memberikan penyuluhan tentang pentingnya perilaku tidak merokok dan bahaya merokok kepada seluruh penghuni
•Memasang poster dilarang merokok di tempat strategis
•Menegur penghuni yang merokok di sekitar pengungsian, apalagi jika ada ibu hamil, ibu menyusui dan anak-anak