“KP ASI MACAN OCES”

(KELOMPOK PENDUKUNG AIR SUSU IBU

 Mamah Cantik, Optimis, Cerdas,Sehat)

 

LATAR BELAKANG
Hasil dari BPB (Bulan Penimbangan Balita) pada bulan Agustus tahun 2016 di wilayah binaan Puskesmas Melong Tengah terdapat 274 balita stunting. Cakupan ASI Eksklusif pada tahun 2016 di wilayah binaan Puskesmas Melong Tengah sangat rendah, yaitu sebesar 33%. Hasil dari konseling ASI didapat banyak ibu-ibu meneteki yang pesimis bahwa ASInya kurang, sehingga dibantu dengan susu formula.
 
TUJUAN INOVASI 
Pada SDGS di tujuan ketiga yaitu kehidupan sehat dan sejahtera untuk semua usia dan di 8 area perubahan reformasi birokrasi yang salah satunya yaitu pelayanan publik yang merupakan pelayanan prima sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat, sehingga melahirkan inovasi yaitu untuk meningkatkan cakupan ASI Eksklusif guna mencegah stunting.
Sehingga diharapkan stunting tidak terjadi karena di 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) sudah diberikan pengertian pada ibu hamil tentang pentingnya ASI Eksklusif untuk mencegah stunting. Dengan kegiatan ini  bisa memotivasi bumil dan buteki supaya menjadi seorang mamah yang cantik yang selalu berfikiran optimis untuk memberikan ASI nya pada bayinya dan berfikir cerdas tentang banyaknya manfaat ASI yang bisa membuat sehat ibu dan bayinya.
Inovasi KP ASI “MACAN OCES” ini terkait dengan kategori kesehatan yaitu tentang upaya pentingnya mencegah stunting, karena diharapkan Indonesia bebas stunting, sehingga anak-anak masa depan bangsa diharapkan menjadi generasi yang cerdas dan sehat.Hal ini tercantum dalam SDGs di tujuan ketiga yaitu kehidupan sehat dan sejahtera untuk semua usia.
 
SIGNIFIKANSI (ARTI PENTING)
Inovasi KP ASI “MACAN OCES” ini berdampak positif terhadap kelompok-kelompok penduduk yaitu ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, bapak-bapak, nenek-nenek, para pengasuh. Dengan adanya kegiatan ini ibu hamil dibimbing dan diberi pemahaman tentang pentingnya ASI dan makanan bergizi, sehingga mereka bisa mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari dan termotivasi untuk memberikan ASI pada anaknya, agar cakupan ASI Eksklusif meningkat. Dampak positif terhadap anak-anak yaitu dengan diberinya ASI, mereka akan tumbuh cerdas dan kuat karena ASI mengandung zat kekebalan, sehingga anak-anak diharapkan akan bebas stunting. Dampak terhadap pendapatan keluarga yaitu akan lebih meringankan beban, sehingga tidak membeli susu formula yang berharga mahal.
Inovasi KP ASI “MACAN OCES”  ini berperan penting dalam mengatasi masalah kesehatan yaitu mencegah stunting dan meningkatkan cakupan ASI eksklusif yang masih di bawah target  kota Cimahi yaitu hanya 33% pada tahun 2016. Pada tahun 2018 cakupan ASI mencapai 70 %.Hal ini menandakan, dengan adanya kegiatan KP ASI ini dapat meningkatkan cakupan ASI dan meningkatkan pemahaman ibu hamil untuk tetap memberikan ASI pada anaknya.
 
INOVATIF (KEBARUAN ATAU KEUNIKAN ATAU KEASLIAN)
Inovasi KP ASI “Macan Oces” ini di wilayah Puskesmas Melong Tengah diinisiasi tahun 2017 dengan kegiatan yang unik, berupa sharing yang dilakukan  motivator dari kalangan ibu hamil atau kader, sehingga peserta tidak merasa digurui, tetapi saling menceritakan pengalaman.Inovasi ini merupakan adaptasi.
Inovasi lainnya : PMT, PMTP, pemberdayaan kader, memanfaatkan CSR (Borma, Indofood atau perusahaan di Kelurahan Melong), pemanfaatan sosial media berupa Whatsapp Forum Komunikasi Posyandu dan facebook.
Mahasiswa kedokteran UNJANI melakukan pembinaan di Puskesmas Melong Tengah dengan cara pendampingan, konsultasi, pemeriksaan oleh mahasiswa ke ibu hamil selama 1000 HPK secara gratis (1 mahasiswa 1 bumil) on call 24 jam. 
 
TRANSFERABILITAS (SIFAT DAPAT DITERAPKAN PADA KONTEKS/TEMPAT LAIN)
Inovasi ini memiliki potensi dan terbukti telah diterapkan dan disesuaikan sesuai dengan kondisi wilayah binaan Puskesmas Melong Tengah. KP ASI “Macan Oces” ini sudah dilaksanakan di 10 RW yaitu : RW 1, 2, 3, 4,  5,  21, 23, 29, 30, dan  36. Dari institusi pendidikan Poltekkes Gizi dan FK Unjani ikut serta dalam inovasi ini. Inovasi ini dapat dilaksanakan di wilayah perkotaan dan pedesaan yang angka stuntingnya masih tinggi. 
Puskesmas Melong Tengah berada di pemukiman perindustrian, sehingga melahirkan inisiatif mengembangkan inovasi di industri sekitar untuk menyediakan fasilitas memerah ASI di lingkungan kerja. 
 
SUMBER DAYA DAN KEBERLANJUTAN
Sumber daya berupa keuangan untuk melaksanakan inovasi ini berasal dari BOK(Biaya Operasional kesehatan) untuk melatih motivator. Sumber daya manusia yaitu kader sebagai motivator dan petugas Puskesmas sebagai fasilitator.
Langkah-langkah/strategi yang dilakukan dalam memobilisasi /menggerakkan seluruh sumber daya internal maupun eksternal yaitu dengan cara mengadakan pelatihan indoor dan outdoor pada kader motivator untuk merangsang dan memotivasi pentingnya kegiatan ini untuk menghasilkan generasi yang cerdas. Kemudian dilakukan pendekatan pada ibu hamil oleh kader setempat untuk mau menghadiri acara KP ASI ini. 
Sumberdaya yang digunakan dalam inovasi ini masih berlanjut dengan baik hingga sekarang.
Inovasi ini terus berlanjut hingga sekarang, keberlanjutannya meliputi aspek-aspek sosial, ekonomi dan lingkungan. Aspek sosial yaitu terlihat dari ibu-ibu hamil yang setelah mereka melahirkan, mereka tidak segan-segan memberikan ASI pertama yaitu colostrum yang banyak mengandung zat antibody untuk kekebalan tubuh bayi, padahal asalnya mereka tidak paham dan membuang ASI pertama itu. Dari aspek ekonomi, asalnya ibu-ibu sehabis melahirkan hawatir ASI tidak cukup sehingga dibantu dengan memberikan susu formula, tidak lagi membeli susu formula yang berharga mahal. Dari aspek lingkungan, ibu-ibu yang biasanya membuang sampah dari bekas susu formula, sekarang tidak ada lagi sampah kaleng susu. Dari aspek sosial, dilakukan pendampingan oleh mahasiswa FK UNJANI, dimana 1 mahasiswa memonitor 1 bumil selama 1000 HPK. Pertemuan rutin dilakukan bersama BPM (Bidan Praktek Mandiri) untuk melakukan IMD (Inisiasi Menyusu Dini) dan tidak memberikan susu formula.
 
DAMPAK
Inovasi ini  dievaluasi  resmi skala dampaknya,  evaluasi internal atau eksternal.Internal  tingkat Puskesmas, eksternal oleh MercyCorps lembaga yang relevan di bidang ini.
Inovasi  dievaluasi dampaknya pada :
  • Kelompok sasaran, hasil dari kegiatan ini berdampak baik,  memotivasi kelompok sasaran   memberikan ASI  anaknya usia 0 bl sd 24 bl.
  • Efisiensi anggaran, hanya menggunakan dana pelatihan motivator saja, untuk kegiatan rutin menggunakan swadaya masyarakat untuk operasional kegiatan dan menggunakan PMT Kemenkes.
  • Dampak dari pendampingan FK Unjani dan kegiatan KP ASI, yaitu terjadi penurunan angka stunting dari 11,3 % pada tahun 2016 menjadi 2,51 % pada tahun 2018
  • Cakupan ASI Eksklusif meningkat dari 33 % di tahun 2016 menjadi 70 % pada tahun 2018
  • Meningkatnya jumlah kader motivator KP ASI yaitu yang hanya 2 orang pada tahun 2016, menjadi 5 orang pada tahun 2018.
KETERLIBATAN PEMANGKU KEPENTINGAN (MENEKANKAN KERJA SAMA/KOLABORASI, KETERLIBATAN, KOORDINASI, KEMITRAAN DAN INKLUSIF)
Pemangku kepentingan yang terlibat yaitu lintas program dan lintas sektor. Lintas program dengan sesama petugas di bidang UKM(Upaya Kesehatan Masyarakat) yaitu dengan bidan berupa kerjasama pada saat pelaksanaan kegiatan sebagai fasilitator. Peran dan kontribusi bidan ikut melaksanakan dan mengevaluasi inovasi ini. Lintas sektor dengan kader posyandu berupa kemitraan pada saat pelaksanaan kegiatan sebagai motivator. Peran dan kontribusi kader ikut melaksanakan dan mengevaluasi inovasi ini. Keterlibatan CSR berperan dan berkontribusi melaksanakan inovasi ini yaitu dengan memberikan sarana dan prasarana untuk mengadakan kegiatan penimbangan balita, sehingga dapat diketahui status gizi balita.  Keterlibatan FK Unjani berperan dan berkontribusi melaksanakan inovasi ini yaitu dengan mendampingi ibu hamil selama 1000 HPK, sehingga dapat dipantau pemberian ASInya pada balita. Keterlibatan POKJA 4 PKK Kelurahan yaitu berperan dan berkontribusi melaksanakan inovasi ini yaitu dengan memantau perkembangan balita stunting dengan kunjungan rumah. Masyarakat berperan dan berkontribusi melaksanakan inovasi ini yaitu dengan menyediakan sarana dan prasarana pada saat kegiatan KP ASI.
 
PELAJARAN YANG DIPETIK
Pelajaran yang dipetik dari kegiatan ini yaitu bisa optimis meningkatkan motivasi ibu hamil yang masih enggan memberikan ASI untuk memberikan ASI Eksklusif disertai pendampingan dari FK UNJANI. Inovasi ini mendapat dukungan yang berkelanjutan untuk jangka panjang. Untuk meningkatkan cakupan ASI EKSKLUSIF dan menurunkan angka stunting ini akan dilakukan suatu strategi dengan cara sosialisasi dengan perusahaan di wilayah Melong Tengah untuk menyediakan tempat memerah ASI dan penyimpanannya. Inovasi ini khusus sekali dan luar biasa membawa perubahan yang lebih cepat dan lebih luas dilihat dari peningkatan cakupan dan untuk kedepannya diharapkan melahirkan generasi bebas stunting yang tangguh dan cerdas.