CIMAHI, dinkes.cimahikota.go.id - Dalam rangka mempertahankan “Indonesia Bebas Polio” dan Menuju Dunia Bebas Polio Tahun 2020, terdapat beberapa tahapan kegiatan menuju Eradikasi Polio Nasional, yaitu pada tanggal 8 sampai 15 Maret dilaksanakan PIN Polio, dimana cakupan PIN Polio di Kota Cimahi mencapai 99,61%. Pada tanggal 4 April dilaksanakan switching Vaksin Polio dari tOPV ke bOPV, penarikan dan pemusnahan pada tanggal 5 sampai dengan 30 April 2016. Selanjutnya pada Bulan Mei dilakukan validasi dan introduksi IPV (Inactivated Polio Vaccine) pada Juli 2016 yang harus diberikan minimal 1 dosis ke dalam imunisasi rutin. 

Selama Bulan April 2016, yaitu mulai tanggal 4 April 2016, Dinas Kesehatan Kota Cimahi melaksanakan kegiatan switching/ penggantian Vaksin Polio tetes trivalent (tOPV) diganti dengan Vaksin Polio tetes bivalen (bOPV). Terkait dengan penggantian tOPV menjadi bOPV, penting untuk diketahui, tOPV mengandung tiga serotype (1,2,3), dimana komponen tipe 2 menyebabkan >97% VDPVs dan diperkirakan menyebabkan 40% kasus Vaccine-Associated Paralytic Polio (VAPP), Selain itu juga mengganggu respon imun terhadap tipe 1 dan tipe 3. Sehingga sangat penting sekali adanya penggantian Vaksin tOPV ke bOPV. Demikian penjelasan Kepala Seksi Pengamatan Penyakit, Penanggulangan Bencana & Penyehatan Lingkungan (P2PBPL) Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Teti Supriati, SKp. Penggantian vaksin ini dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan dan Petugas Puskesmas dengan sasaran Bidan Praktek Mandiri, Klinik Pratama, Praktek Dokter Spesialis Anak, Rumah Sakit, Puskesmas, dan Doktes Praktek Swasta se- Kota Cimahi sebanyak kurang lebih 230 tempat pelayanan. Menurut Teti, sampai tanggal  9 April 2016 sebanyak 190 Fasilitas Pelayanan Kesehatan sudah dilakukan switching, dan diharapkan dapat dilakukan pemusnahan pada 18 April 2016.