CIMAHI, dinkes.cimahikota.go.id - Salah satu kegiatan di Puskesmas Citeureup Kelurahan Cimahi Utara adalah dengan dilakukan  pemberian makanan tambahan bagi penderita TB yang tidak mampu. TB paru adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri yang menyerang paru kita, penyakit ini ditularkan melalui udara saat seorang penderita batuk atau meludah dan akhirnya masuk ke penderita baru. Selama proses penularan tentunya faktor status imunitas atau status kemampuan tubuh untuk mempertahankan diri terhadap serangan kuman ini tentunya memegang peranan yang sangat penting. Indonesia adalah daerah endemis dengan angka jumlah penderita yang besar. Sistem imunitas penederita yang baik tentunya akan menekan jumlah bakteri sehingga potensi penularan juga semakin kecil.


Faktor imunitas ini sangat ditentukan juga oleh status gizi seorang penderita, belum lagi dalam kondisi sakit TB paru angka kebutuhan protein penderita menjadi lebih tinggi karena proses sakit kronis yang dialami. Karena itu dibentuklah program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk penderita TB paru.


Di Puskesmas Citeureup Kelurahan Citeureup Kecamatan Cimahi Utara,  program ini dijalankan mulai bulan Oktober 2014, masih merupakan program baru dan saat ini sedang diuji cobakan serta dievaluasi seberapa besar dampak positifnya bagi penderita. Pemberian makanan tambahan diberikan dalam bentuk pemberian susu kemasan, telur dan biskuit selama pengobatan TB paru.


Ade Komalasari merupakan petugas  yang bertanggung jawab secara langsung untuk program ini, memiliki optimisme yang tinggi atas keberhasilan program ini. Kepala Puskesmas  menyampaikan bahwa tujuan dari program ini bukanlah untuk memberi makanan gratis kepada para penderita TB paru, melainkan untuk memberikan edukasi kepada penderita tentang pentingnya konsumsi tinggi protein bagi penderita TBC. Jadi pemberian makanan tambahan ini hanya untuk memberikan contoh dan membangkitkan kepedulian penderita terhadap gizi mereka.
Selain itu  juga merasa bahwa program ini meningkatkan hubungan interpersonal yang baik dengan penderita sehingga penderita semakin percaya dan patuh kepada tenaga kesehatan yang setia membantu mereka untuk bisa sembuh dari penyakit TB paru.